Rabu, 16 Februari 2022

Informasi Digital

Kelemahan dan kelebihan informasi Digital

Kita patut menyadari bahwa begitu pesatnya perkembangan informasi digital pada teknologi saat ini, namun harus diketahui bahwa informasi digital juga memiliki kelemahan

Berikut ini adalah kelemahan dari informasi digitalaData

  • Keamanan Data
Tidak menutup kemungkinan bahwa ketika kita membuat informasi digital tentunya akan disimpan secara digital pula, sehingga data yang kita miliki jika kita lengah atau jika sebuah organisasi memilik sistem jaringan yang lemah maka kebocoran data akan berpotensi terjadi
  • Kejahatan dan Terorisme
Internet adalah wilayah yang rentan bagi kekuatan jahat untuk beroperasi, berkat sifat internasionalnya, skalanya yang begitu luas, dan menjadi relatif untuk dapat dinikmati penggunanya. Contohnya:

 1) Teroris menggunakan media sosial untuk mempromosikan diri mereka sendiri dan mendorong orang lain dengan menghasut agar mengikutinya 

2) Pengedar narkoba menggunakan deep web untuk berdagang:

  • Masalah Privasi
Menjadi jauh lebih sulit untuk memiliki privasi pribadi di dunia digital dan itu sangat rentan akan bahaya data pribadi Anda ketika dicuri bahkan dijual. Misalnya, setiap orang memiliki kemampuan untuk mengambil foto dan rekaman video di ponsel mereka, lalu memposting ulang secara online.

  • Pemutusan Hubungan Sosial

Terdapat kecenderungan yang meningkat bagi seseorang untuk bersosialisasi dan berkomunikasi melalui perangkat digital daripada melalui kontak kehidupan nyata. Ini dapat dengan mudah menyebabkan putusnya hubungan dan terisolasi. Penelitian telah menunjukkan bahwa kurangnya kontak kehidupan nyata menyebabkan depresi dan bentuk lain dari penyakit mental pada banyak orang.

  •  Plagiarisme dan Hak Cipta

Plagiarisme adalah kegiatan dalam menyajikan karya atau ide orang lain sebagai milik sendiri, dengan atau tanpa persetujuan pencipta atau creator, dengan memasukkannya ke dalam karya Anda tanpa pengakuan penuh. Semua materi yang diterbitkan dan tidak diterbitkan, baik dalam bentuk manuskrip, cetak atau elektronik. Plagiarisme mungkin bisa saja dilakukan dengan sengaja atau, tidak disengaja, atau sembrono.. Secara singkat, plagiat adalah pencurian hak cipta milik orang lain.

Cara terbaik untuk menghindari plagiarisme adalah dengan mempelajari dan menerapkan prinsip prinsip praktik akademik yang baik. Menghindari plagiarisme bukan hanya soal memastikan semua referensi yang Anda kutip adalah benar atau valid, dengan mengubah atau memodifikasi kata-kata yang cukup sehingga proses pemeriksaan tidak akan memperhatikan parafrase yang Anda lakukan. Perlu diketahui tidak melakukan plagiarisme adalah gambaran kreativitas dan keterampilan yang otentik dari kemampuan yang Anda miliki.


  • Ketergantungan yang Berlebihan

Ketergantungan pada ponsel, komputer, dan gadget digital lainnya telah menjadi hal biasa bahkan menjadi rutinitas harian dan melupakan kegiatan lainnya. Banyak orang memiliki semua informasi kontak, foto, teks, dan informasi pribadi lainnya di ponsel mereka. Jika mereka kehilangannya, atau gadgetnya rusak atau kehabisan daya, maka ada bisa jadi orang tersebut merasa gelihat, bahkan berani melakukan tindakan kriminal.


Sumber: Buku Siswa Informatika SMK Kelas X

Cara penerapan keamanan data yang Sederhana

1. Pastikan pengguna memberikan data kepada pihak yang tepat

Saat pengguna mulai mengakses aplikasi online baik fintech, e-commerce, maupun media sosial, para pengguna harus memastikan data pribadi apa yang dicantumkan dalam aplikasi tersebut. Apakah membahayakan atau tidak.

2. Lakukan double checking di setiap transaksi

Hal terpenting yang perlu dilakukan pengguna saat transaksi online adalah melakukan pengecekan dua kali. Menurutnya, dua kali pengecekan data pribadi yang diinput dalam aplikasi digital dapat meminimalisasi kesalahan penginputan data serta mengamankan diri dari kejahatan cyber

3. Periksa perizinan akses aplikasi

Jangan sampai pengguna tidak mengabaikan notifikasi perizinan dari aplikasi saat pertama kali diinstal. Menurutnya, pengguna dapat melakukan setting akses melalui pengaturan ponsel miliknya.

"Dalam setting terdapat pilihan pengendalian akses. Jadi jangan sampai aplikasi dapat mengakses kontak, isi email, atau foto pengguna,"

4. Baca syarat dan ketentuan aplikasi

Tidak malas membaca dan menyetujui secara cepat syarat dan ketentuan aplikasi yang digunakan.

Di dalam term and condition terdapat banyak informasi perizinan persetujuan dari aplikasi yang terkadang lalai dibaca pengguna sehingga mereka asal checklist dan setuju.

5. Melakukan identifikasi informasi dan aset terkait 

potensi-potensi ancaman, kerentanan pada data, dan dampak dari gangguan

6. Melakukan evaluasi risiko;

7. Memutuskan bagaimana menangani kerentanan risiko

yaitu dengan menghindari, mengurangi, membagi atau menerima dari informasi yang dibuat; 

8. Merancang kontrol keamanan informasi yang sesuai dan menerapkannya;

9. Memantau kegiatan

membuat struktur keamanan informasi yang diperlukan untuk mengatasi setiap masalah, perubahan, dan peluang peningkatan ancaman dari asing.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2019/12/11/09430057/4-cara-menjaga-keamanan-data-pribadi-dari-kejahatan-siber?page=all&jxconn=1*19391de*other_jxampid*czYxT0VkR3BoWnZ5ZDZWUWZtN0VhRVhmZjE1NWpQQ3N6bmtmMkJPUlpYNTV1a1U5RllvSmRTdlZyT2dHbk1CNg..#page2


Metode dalam pengumpulan Data


1. Wawancara
Pengumpulan data dengan cara wawancara dilakukan tatap muka secara langsung dengan sumber data. Dalam teknik wawancara terdapat dua jenis dalam pengumpulannya.
  • wawancara terstruktur, dimana dalam pengambilan data wawancara dilakukan dengan sudah menyiapkan pertanyaan-pertanyaan untuk menggali informasi yang bertujuan untuk mendapatkan data tersebut.
  • wawancara tidak terstruktur, dimana dalam teknik wawancara dalam mengajukan pertanyaan dilakukan secara bebas. 
2. Observasi
Metode pengumpulan data observasi adalah metode yang dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara langsung pada objek penelitian. Dalam metode observasi juga terbagi menjadi dua jenis, yaitu Participant observation dan Non participant observation.

Participant observation yaitu peneliti terlibat secara langsung dalam kegiatan sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data

3. Kuisioner / Angket
Metode pengumpulan kuisoner yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.

Dalam jenisnya pengumpulan data kuesioner dapat dikategorikan dalam dua jenis, yakni kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup. 
  • Kuesioner terbuka adalah kuesioner yang memberikan kebebasan kepada objek penelitian untuk menjawab.
  • Kuesioner tertutup adalah kuesioner yang telah menyediakan pilihan jawaban untuk dipilih oleh objek penelitian.

4. Studi Dokumen
Studi dokumen adalah jenis pengumpulan data yang meneliti berbagai macam dokumen yang berguna yang berhubungan dengan penelitin, studi dokumen dibagi menjadi dua yaitu studi dokumen primer dan sekunder.

  • Studi dokumen primer yang bersumber dari objek secara langsung dan mengalami peristiwa tersebut seperti aoutobiografi.
  • studi dokumen sekunder  adalah dokumen yang ditulis berdasarkan oleh laporan/ cerita orang lain seperti biografi.
Sumber ; https://www.ilmuskripsi.com/2019/04/teknik-dan-metode-pengumpulan-data-penelitian.html?m=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Informasi Digital

Kelemahan dan kelebihan informasi Digital Kita patut menyadari bahwa begitu pesatnya perkembangan informasi digital pada teknologi saat ini,...